Beranda Ekonomi Pengamat Soroti Pertumbuhan Penjualan di Sektor Ritel Jadi Melemah

Pengamat Soroti Pertumbuhan Penjualan di Sektor Ritel Jadi Melemah

Managing Director Commercial Real Estate and Shopping Center Studies (CRSC) Yongky Susilo menyoroti bahwa pertumbuhan penjualan di sektor ritel jadi melemah karena daya beli masyarakat yang menurun.

0
Istimewa

CARAPANDANG.COM- Managing Director Commercial Real Estate and Shopping Center Studies (CRSC) Yongky Susilo menyoroti bahwa pertumbuhan penjualan di sektor ritel jadi melemah karena daya beli masyarakat yang menurun.

"Hal ini disebabkan inflasi barang konsumsi lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan. Kelas atas cenderung menahan pengeluaran, dan terus mengumpulkan tabungan sejak 2024," kata Yongky dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Yongki menjelaskan pertumbuhan penjualan sektor ritel dirasakan lemah sejak 2023 akibat kenaikan BBM, inflasi dan masa wait and see dampak pemilu.

Kondisi tersebut kian memprihatinkan karena saat ini Indonesia kehilangan empat persen kelas menengah. Meskipun mereka berkontribusi terhadap 80 persen konsumsi, pada sektor riil di ritel, pertumbuhan ekonomi lima persen tidak cukup mendukung perputaran perdagangan, apalagi ditambah inflasi yang tinggi sejak 2022.

Belum lagi adanya fenomena makan tabungan (mantab) yang terjadi di kelas bawah dan menengah sejak Q423, mengindikasikan daya beli yang melemah.

“Jadi jika konsumsi masyarakat dan pengusaha melemah, ini akan berakibat langsung pada angka pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Yongky.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Teratas

Berita Terkait
Berita Terkait