Minyak dari biji seperti kedelai, jagung, dan kanola kaya akan asam lemak omega-6, yang dapat menyebabkan peradangan dan memperlambat metabolisme. Meskipun ada perdebatan tentang hal ini, pola makan tinggi omega-6 dan rendah omega-3 dapat memengaruhi gangguan metabolisme. Penting untuk menyeimbangkan asupan omega-6 dengan omega-3 dari sumber seperti ikan, biji rami, dan kenari, serta mengonsumsi minyak biji dalam jumlah terbatas.
5. Alternatif susu dengan aditif
Banyak alternatif susu bebas laktosa seperti susu almond dan oat mengandung gula tambahan, pengental, dan pengemulsi yang dapat mengganggu kesehatan usus dan metabolisme. Selalu periksa label nutrisi dan pilih versi tanpa pemanis.
6. Makanan goreng dari makanan cepat saji
Makanan goreng dari restoran cepat saji mengandung lemak tidak sehat, karbohidrat olahan, dan aditif yang dapat memperlambat metabolisme. Selain menyumbang kalori berlebih, makanan goreng juga dapat meningkatkan resistensi insulin dan penyimpanan lemak.